Laman

Terimakasih telah mengunjungi blog saya :D

Minggu, 13 Mei 2012

Fenomena Alam 2


Sinkhole !!

Lubang raksasa yang baru-baru ini menjadi topik pembicaraan yakni fenomena sinkhole. Dimana belun dipastikan penyebabnya amblesnya tanah hingga menimbulkan lubang menganga tersebut. Namun fenomena sinkhole tersebut sebelumnya telah beberapa kali dilaporkan di sejumlah Negara. Salah satunya yang paling banyak diberitakan adalah kemunculan lubang raksasa di Guatemala pada Bulan Juni.
        Menurut Lutz Katschmann, pejabat kantor geologidan lingkungan hidup Negara bagian Turingia, Jerman. Sinkhole kemungkinan disebabkan susunan bebatuan bawah tanah yang retak dan kemudian menciptakan rongga. Dikatakannya, jerman kadang-kadang mengalami fenomena sinkhole ini saat air menciptakan rongga di daerah runtuhnya tambang-tambang kuno.


Fenomena Sinkhole di Guatemala

Adapun foto-foto fenomena sinkhole yang saya telusuri lainnya :




Adapun info2 tersebut saya kutip dari beberapa sumber :D saya ucapkan terimakasih..

18 komentar:

TRI UTAMI FAIZATIN (103224008) mengatakan...

benar2 info yang fresh dan sangat bermanfaat menambah ilmu pengetahuan..
thakns ^_^

welcome to emol's blog mengatakan...

artikelnya sudah bagus singkat, padat dan jelas. sekedar menambahkan bahwasanya Lubang runtuhan atau sinkhole adalah depresi alami atau lubang dalam topografi permukaan yang muncul akibat hilangnya lapisan tanah atau bantalan batuan, atau keduanya yang umumnya terjadi akibat aliran air di bawah tanah. Lubang runtuhan memiliki ukuran yang bervariasi dari kurang dari satu meter sampai ratusan meter dalam diameter dan kedalamannya, dan juga tidak bergantung dari jenis lapisan tanah dan bantalan batuan di atasnya. Pembentukan lubang runtuhan ini dapat terjadi berangsur-angsur atau secara mendadak, berbeda-beda, ditemukan di berbagai tempat di dunia

welcome to emol's blog mengatakan...

sekedar menambahkan bahwa Lubang runtuhan atau sinkhole adalah depresi alami atau lubang dalam topografi permukaan yang muncul akibat hilangnya lapisan tanah atau bantalan batuan, atau keduanya yang umumnya terjadi akibat aliran air di bawah tanah. Lubang runtuhan memiliki ukuran yang bervariasi dari kurang dari satu meter sampai ratusan meter dalam diameter dan kedalamannya, dan juga tidak bergantung dari jenis lapisan tanah dan bantalan batuan di atasnya. Pembentukan lubang runtuhan ini dapat terjadi berangsur-angsur atau secara mendadak, berbeda-beda, ditemukan di berbagai tempat di dunia.

welcome to emol's blog mengatakan...

sekedar menambahkan bahwa Lubang runtuhan atau sinkhole adalah depresi alami atau lubang dalam topografi permukaan yang muncul akibat hilangnya lapisan tanah atau bantalan batuan, atau keduanya yang umumnya terjadi akibat aliran air di bawah tanah. Lubang runtuhan memiliki ukuran yang bervariasi dari kurang dari satu meter sampai ratusan meter dalam diameter dan kedalamannya, dan juga tidak bergantung dari jenis lapisan tanah dan bantalan batuan di atasnya. Pembentukan lubang runtuhan ini dapat terjadi berangsur-angsur atau secara mendadak, berbeda-beda, ditemukan di berbagai tempat di dunia.

Jihan Nia Shohaya mengatakan...

Astargfirullah...fenomena ini apakah berakibat buruk pada bumi atau alam sekitar kejadian???
Mungkin juga penyebab fenomena ini adalah tergerusnya tanah oleh air dalam tanah. Biasanya, hal itu terjadi ketika lapisan tanah dibentuk oleh batu gamping, batuan karbonat, garam atau batu lain yang mudah terkikis oleh air sungai bawah tanah.mungkin itu aja tambahan dari saya, terima kasih atas infonya....

Jihan Nia Shohaya mengatakan...

Astargfirullah...fenomena ini apakah berakibat buruk pada bumi atau alam sekitar kejadian???
Mungkin juga penyebab fenomena ini adalah tergerusnya tanah oleh air dalam tanah. Biasanya, hal itu terjadi ketika lapisan tanah dibentuk oleh batu gamping, batuan karbonat, garam atau batu lain yang mudah terkikis oleh air sungai bawah tanah.mungkin itu aja tambahan dari saya, terima kasih atas infonya....

Jihan Nia Shohaya mengatakan...

astargfirullah...apakah fenomena sinkhole ini berakibat buruk bagi bumi,alam sekitar atau masyarakat sekitar???
sekedar menambah aja, mungkin penyebab dari fenomena ini adalah tergerusnya tanah oleh air dalam tanah. Biasanya, hal itu terjadi ketika lapisan tanah dibentuk oleh batu gamping, batuan karbonat, garam atau batu lain yang mudah terkikis oleh air sungai bawah tanah. mungkin itu aja, terima kasih y atas infonya....

Genduk Alkurnia Wati mengatakan...

fenomenanya amazing bgt.....mb....... oia mb........ sekedar menambahi y... dari kutipan-kutipan yang saya ambil ttg sinkhole :

Luweng dalam bahasa Jawa ini dalam ilmu geologi disebut sinkhole. Sinkhole atau luweng ini terjadi pada daerah yang batuan dasarnya (bedrock) berupa batugamping.
Pada awalnya ada sebuah retakan yang membentuk lubang akibat masuknya air. Daerah ini biasanya terjadi pada daerah yg tersusun oleh batu gamping. Batugamping ini “relatip” mudah terlarutkan ketimbang batupasir (batuan yang terssun oleh pasir, biasanya mineral kuarsa). Relatif mudah terlarutkan ini jangan coba-coba di rumah melarutkan batugamping ya,proses pelarutan ini berjalan dalam puluhan ribu tahun juga.
Karena adanya aliran bawah tanah, maka akan muncul rongga karena bagian bawah terjadi erosi oleh aliran sungai bawah tanah.
-4-5-6 Proses ini berlangsung terus menerus dengan kikisan serta jatuhan dari batuan diatasnya. Hingga akhirnya bolongan ini membentuk ruang cukup lebar dan “jembatan” dibagian atas tidak kuat menahan dan … BLUNG ! Lubang ini tidak seluruhnya memenuhi hingga dasar terbawah, karena volume yang mengisi batuan atas tidak seluruhnya hilang. Kedalaman lubang bisa mulai hanya beberapa meter hingga berukuran besar sedalam 100 meter seperti yang di Guatemala itu.
Proses pengendapan diatas cekungan ini akhirnya menutup Luweng yang seringkali tidak disadari oleh penghuni diatasnya. Proses siklus ini berjalan ribuan tahun yang dalam skala geologi yang sering dalam juta tahun bisa saja hanya disebut proses yang sekejap. Tetapi walaupun telah terjadi hanya seribu tahun yang lalu, barangkali kita tidak memiliki rekaman itu, dan kita hanya menggunakan tanah diatasnya itu seolah-olah dahulu tidak terjadi apa-apa.
Pertama ini terjadi pada daerah yang batuan dasarnya (bedrock-nya” adalah batugamping.
Gejala-gejala sebelum terjadinya amblesan ini sering didahului oleh gejala-gejala perubahan sitem hydrologi. Adanya danau baru segera setelah hujan (air limpasan) terutama pada daerah cekungan.
Dijumpai retakan-retakan tanah. Misalnya pohon-pohon yang miring menuju kearah titik yang sama (pusat amblesan), pintu susah ditutup karena mleyot-mleyot.
trimakasih Y mb.............

Genduk Alkurnia Wati mengatakan...

Mb. sekedar menambahi dari beberapa kutipan.
Luweng dalam bahasa Jawa ini dalam ilmu geologi disebut sinkhole. Sinkhole atau luweng ini terjadi pada daerah yang batuan dasarnya (bedrock) berupa batugamping. Pada awalnya ada sebuah retakan yang membentuk lubang akibat masuknya air. Daerah ini biasanya terjadi pada daerah yg tersusun oleh batu gamping.
Batugamping ini “relatip” mudah terlarutkan ketimbang batupasir (batuan yang terssun oleh pasir, biasanya mineral kuarsa). Relatif mudah terlarutkan ini jangan coba-coba di rumah melarutkan batugamping ya,proses pelarutan ini berjalan dalam puluhan ribu tahun juga. Karena adanya aliran bawah tanah, maka akan muncul rongga karena bagian bawah terjadi erosi oleh aliran sungai bawah tanah. -4-5-6 Proses ini berlangsung terus menerus dengan kikisan serta jatuhan dari batuan diatasnya. Hingga akhirnya bolongan ini membentuk ruang cukup lebar dan “jembatan” dibagian atas tidak kuat menahan dan … BLUNG ! Lubang ini tidak seluruhnya memenuhi hingga dasar terbawah, karena volume yang mengisi batuan atas tidak seluruhnya hilang.
Kedalaman lubang bisa mulai hanya beberapa meter hingga berukuran besar sedalam 100 meter seperti yang di Guatemala itu. Proses pengendapan diatas cekungan ini akhirnya menutup Luweng yang seringkali tidak disadari oleh penghuni diatasnya. Proses siklus ini berjalan ribuan tahun yang dalam skala geologi yang sering dalam juta tahun bisa saja hanya disebut proses yang sekejap. Tetapi walaupun telah terjadi hanya seribu tahun yang lalu, barangkali kita tidak memiliki rekaman itu, dan kita hanya menggunakan tanah diatasnya itu seolah-olah dahulu tidak terjadi apa-apa.
Pertama ini terjadi pada daerah yang batuan dasarnya (bedrock-nya” adalah batugamping. Gejala-gejala sebelum terjadinya amblesan ini sering didahului oleh gejala-gejala perubahan sitem hydrologi. Adanya danau baru segera setelah hujan (air limpasan) terutama pada daerah cekungan. Dijumpai retakan-retakan tanah. Misalnya pohon-pohon yang miring menuju kearah titik yang sama (pusat amblesan), pintu susah ditutup karena mleyot-mleyot.

trimksh. smg bermanfaat...........

Genduk Alkurnia Wati mengatakan...

Mba skdar menambahi dari beberapa kutipan.:
Luweng dalam bahasa Jawa ini dalam ilmu geologi disebut sinkhole. Sinkhole atau luweng ini terjadi pada daerah yang batuan dasarnya (bedrock) berupa batugamping. Pada awalnya ada sebuah retakan yang membentuk lubang akibat masuknya air. Daerah ini biasanya terjadi pada daerah yg tersusun oleh batu gamping.
Batugamping ini “relatip” mudah terlarutkan ketimbang batupasir (batuan yang terssun oleh pasir, biasanya mineral kuarsa). Relatif mudah terlarutkan ini jangan coba-coba di rumah melarutkan batugamping ya,proses pelarutan ini berjalan dalam puluhan ribu tahun juga. Karena adanya aliran bawah tanah, maka akan muncul rongga karena bagian bawah terjadi erosi oleh aliran sungai bawah tanah. -4-5-6 Proses ini berlangsung terus menerus dengan kikisan serta jatuhan dari batuan diatasnya. Hingga akhirnya bolongan ini membentuk ruang cukup lebar dan “jembatan” dibagian atas tidak kuat menahan dan … BLUNG ! Lubang ini tidak seluruhnya memenuhi hingga dasar terbawah, karena volume yang mengisi batuan atas tidak seluruhnya hilang.
Kedalaman lubang bisa mulai hanya beberapa meter hingga berukuran besar sedalam 100 meter seperti yang di Guatemala itu. Proses pengendapan diatas cekungan ini akhirnya menutup Luweng yang seringkali tidak disadari oleh penghuni diatasnya. Proses siklus ini berjalan ribuan tahun yang dalam skala geologi yang sering dalam juta tahun bisa saja hanya disebut proses yang sekejap. Tetapi walaupun telah terjadi hanya seribu tahun yang lalu, barangkali kita tidak memiliki rekaman itu, dan kita hanya menggunakan tanah diatasnya itu seolah-olah dahulu tidak terjadi apa-apa.
Pertama ini terjadi pada daerah yang batuan dasarnya (bedrock-nya” adalah batugamping. Gejala-gejala sebelum terjadinya amblesan ini sering didahului oleh gejala-gejala perubahan sitem hydrologi. Adanya danau baru segera setelah hujan (air limpasan) terutama pada daerah cekungan. Dijumpai retakan-retakan tanah. Misalnya pohon-pohon yang miring menuju kearah titik yang sama (pusat amblesan), pintu susah ditutup karena mleyot-mleyot.

Trimakash mb. smg bermanfaat..............

Genduk Alkurnia Wati mengatakan...

Mba skdar menambahi dari beberapa kutipan.:
Luweng dalam bahasa Jawa ini dalam ilmu geologi disebut sinkhole. Sinkhole atau luweng ini terjadi pada daerah yang batuan dasarnya (bedrock) berupa batugamping. Pada awalnya ada sebuah retakan yang membentuk lubang akibat masuknya air. Daerah ini biasanya terjadi pada daerah yg tersusun oleh batu gamping.
Batugamping ini “relatip” mudah terlarutkan ketimbang batupasir (batuan yang terssun oleh pasir, biasanya mineral kuarsa). Relatif mudah terlarutkan ini jangan coba-coba di rumah melarutkan batugamping ya,proses pelarutan ini berjalan dalam puluhan ribu tahun juga. Karena adanya aliran bawah tanah, maka akan muncul rongga karena bagian bawah terjadi erosi oleh aliran sungai bawah tanah. -4-5-6 Proses ini berlangsung terus menerus dengan kikisan serta jatuhan dari batuan diatasnya. Hingga akhirnya bolongan ini membentuk ruang cukup lebar dan “jembatan” dibagian atas tidak kuat menahan dan … BLUNG ! Lubang ini tidak seluruhnya memenuhi hingga dasar terbawah, karena volume yang mengisi batuan atas tidak seluruhnya hilang.
Kedalaman lubang bisa mulai hanya beberapa meter hingga berukuran besar sedalam 100 meter seperti yang di Guatemala itu. Proses pengendapan diatas cekungan ini akhirnya menutup Luweng yang seringkali tidak disadari oleh penghuni diatasnya. Proses siklus ini berjalan ribuan tahun yang dalam skala geologi yang sering dalam juta tahun bisa saja hanya disebut proses yang sekejap. Tetapi walaupun telah terjadi hanya seribu tahun yang lalu, barangkali kita tidak memiliki rekaman itu, dan kita hanya menggunakan tanah diatasnya itu seolah-olah dahulu tidak terjadi apa-apa.
Pertama ini terjadi pada daerah yang batuan dasarnya (bedrock-nya” adalah batugamping. Gejala-gejala sebelum terjadinya amblesan ini sering didahului oleh gejala-gejala perubahan sitem hydrologi. Adanya danau baru segera setelah hujan (air limpasan) terutama pada daerah cekungan. Dijumpai retakan-retakan tanah. Misalnya pohon-pohon yang miring menuju kearah titik yang sama (pusat amblesan), pintu susah ditutup karena mleyot-mleyot.

Trimakash mb. smg bermanfaat..............

Lyllian Evy mengatakan...

Subhanallah. semoga segera ditemukan penyebab terjadinya sinkhole tersebut.

V3_FeRyL mengatakan...

Artikelnya sangat bagus.
Menjelaskan tentang fenomena alam baru yang terjadi di bumi kita tercinta.tak hanya tentang fenomenanya. akan tetapi tentang penyebab terjadinya fenomena tersbut juga dijelaskan secara rinci. dan tak lupa disertai foto-foto atau dokumentasi tentang fenomena alam tersebut.
semoga akan ada lagi artikel berikutnya, yang tentunya lebih bagus lagi. :)

V3_FeRyL mengatakan...

Artikelnya sangat bagus.
Menjelaskan fenomena alam baru yang terjadi pada bumi kita tercinta.
Tidak hanya menjelaskan tentang fenomemna lamanya, namun tentang sebab akibat terjadinya fenomena alam tersebut juga dijelaskan secara rinci. tak lupa pula menyertakan foto-foto atau dokumentasi tentang fenomena tersebut.
Semoga di lain waktu akan ada artikel lain yang tentunya lebih bagus lagi.. :)

V3_FeRyL mengatakan...

Artikelnya sangat bagus.
Menjelaskan tentang fenomena alam baru yang terjadi pada bumi kita tercinta.
Tidak hanya menjelaskan tentang fenomena alam tersebut,namun juga menjelaskan tentang sebab akibat terjadinya fenomena tersebut.
dan tak lupa juga dilengkapi dengan foto-foto atau dokumnentasi sebagai bukti bahwa fnomena alam tersebut benar adanya.
Semoga di lain waktu akan ada artikel lain yng tentunya lebih bagus lagi.. :)

Zumrotin Nisa mengatakan...

info yang menarik, disinilah para fisikawan baru dapat meneliti peristiwa itu, dengan memakai knsep-konsep fisika ang telah ada, peristiwa tersebut dapat dianalisis, dari sisnilah kita dapat mengetahui manfaat dan kerugian dari peristiwa tersebut yang pada akhirnya dapat kita cari jalan keluarnya jika banyak dampak negatif yang timbul dan dapat kita manfaatdari dampak positifnya.

hanif baskara mengatakan...

wah luar biasa sekali ya fenomena alam tersebut..
saya jadi kagum melihat terjadinya lubang sebesar itu

Ardh mengatakan...

saya ucapkan terimakasih bwt apreasiasi teman2.. :D