Laman

Terimakasih telah mengunjungi blog saya :D

Rabu, 09 Mei 2012

Perubahan Bentuk Benda


 Wujud Benda

Kita dapat menemukan berbagai macam benda di lingkungan sekitar. Berdasarkan wujudnya benda-benda tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu benda padat, cair dan gas.

Benda Padat


Padat merupakan keadaan benda, dengan ciri-ciri volume dan bentuk yang tetap.

Benda Cair


Cairan adalah salah satu dari empat fase benda yang volumenya tetap dalam kondisi suhu dan tekanan tetap.


Gas


Berbeda dengan yang lain, Gas sulit untuk di amati. Contohnya adalah balon yang telah di tiup.


Perubahan Bentuk Benda

      Membeku : Benda cair menjadi padat,
Contohnya air menjadi es. 
 Mencair : Benda padat menjadi cair,
Contohnya es yang berada diluar kulkas.
      Menguap : Benda cair menjadi gas,
Contohnya pakaian basah yang di jemur menjadi kering.
      Mengembun : Gas menjadi cair,
Contohnya tetes air pada tutup panci yang diangkat ketika memasak. Menyublim : Benda padat menjadi gas,
Contohnya kapur barus menjadi gas. 
  Mengkristal : Gas menjadi padat,
Contohnya jelaga yang merupakan hasil pembakaran pada lampu minyak.


Bentuk benda tidak selalu tetap. Perubahan bentuk benda itu dipengaruhi oleh berbagai hal seperti kondisi dan sifat benda.
Konsep Suhu, kelembapan udara, ada tidaknya kuman, menyebabkan perubahan pada benda.
Dapat disimpulkan bahwa benda yang terbuat dari kayu paling baik disimpan di tempat kering dan tidak lembab, dan tidak terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama. Benda yang terbuat dari besi biasanya berkarat jika diletakkan di tempat lembab. Oleh karena itu benda dari besi dilapisi dengan cat agar tidak cepat berkarat.
Cepat lambatnya perubahan benda dipengaruhi oleh faktor-faktor sbb:

a. Suhu

Suhu atau temperatur yang sering berubah-ubah akan mempercepat terjadinya perubahan,apalagi jika perbedaan suhu cukup besar. Misalnya, batu yang sepanjang hari terkena panas matahari lalu turun hujan, maka batu tersebut akan pecah. Jika terkena panas benda akan memuai dan jika kena dingin benda akan menyusut. Pemuaian dan penyusutan setiap benda tidak sama. Ada yang merata dan serentak, dan ada pula yang tidak. Jika pemuaian atau penyusutan tidak merata, maka benda itu akan retak.

b.Kelembaban

Kelembapan juga dapat mempercepat perubahan. Tempat lembab merupakan tempat yang baik b gi tumbuha cendawan atau jamur.
Jadi, perkakas yang terbuat dari kayu dan disimpan di tempat lembab akan terserang jamur. Jamur yang tumbuh pada kayu, selain merusak warna dan penampilan, juga menyebabkan kayu menjadi lunak dan mudah lapuk. Tempat yang lembab juga tidak cocok untuk menyimpan perkakas dari besi, karena akan mudah berkarat.

c. Kadar Garam dan Keasaman

Daerah pantai atau daerah yang dekat dengan laut memiliki kadar garam yang cukup tinggi. Biasanya air laut juga merembes ke daratan sehingga mencemari mata air di sumur penduduk. Garam yang berada dalam air tanah menyebabkan perubahan pada benda yang terbuat dari logam, misalnya kerangka bangunan beton dan mobil akan mudah berkarat. 
d. Bakteri Pembusuk    
            
Di udara banyak beterbangan kuman yang bisa menyebabkan terjadinya perubahan pada benda. Kuman itu ada yang terbawa oleh serangga, seperti lalat dan kecoa. Makanan yang dibiarkan terbuka tanpa tutup akan cepat menjabi basi dan membusuk. Buah yang berair, berdaging dan berkulit tipis misalnya pepaya, jambu, belimbing, dsb lebih cepat menjadi busuk dibandingkan yang berkulit tebal (jeruk bali, durian, semangka, manggis, dsb. Bahan makanan diawetkan dengan cara dipanaskan, didinginkan, diasinkan, dibuat manisan, pasteurisasi, dikeringkan, dll.

Semoga materi di atas dapat bermanfaat :D. Saya mengucapkan banyak terumakasih kepada semua sumber yang telah saya kutip :)


Video yang  dapat di jadikan reverensi

Tidak ada komentar: